Akuntansi

Apa Saja Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi?

Apa Saja Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi?

danielhurdassociates.com – Bukan rahasia lagi jika menjalankan bisnis tak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Ini karena setiap orang yang terlibat di dalamnya diharuskan memiliki pengetahuan yang memadai. Salah satunya, terkait dengan penggarapan laporan keuangan yang sebaiknya memenuhi karakteristik kualitas informasi akuntansi.

Mengingat bahwa akuntansi berfungsi untuk menyajikan data yang nantinya berguna sebagai dasar pengambilan keputusan, ada baiknya jika data yang ada miliki kualitas tinggi. Sehingga tidak ada ceritanya laporan yang telah Anda susun dengan susah payah hanya dianggap sebagai tumpukan data yang tak berguna.

Fungsi Pelaporan Keuangan

Sebelum mengetahui apa saja sih karakteristik kualitas informasi akuntansi yang menjadi kriteria laporan keuangan yang baik, tahukah Anda apa itu laporan keuangan?

Mengutip dari Wikipedia, laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan perusahaan pada periode akuntansi tertentu yang digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan. Laporan yang biasanya berupa neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas maupun catatan atas keuangan lainnya ini merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Sehingga bisa disimpulkan jika wilayah pelaporan keuangan (financial reporting) lebih luas ketimbang laporan keuangan (financial report), ya!

Sementara itu, dalam Statement of Financial Accounting (SFAC) No. 1 yang dikeluarkan oleh Financial Accounting Standards Board yang juga mengemukakan karakteristik kualitas informasi akuntansi menyebutkan jika ada beberapa tujuan pelaporan keuangan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Memberikan informasi yang bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan dalam mengambil keputusan investasi maupun kredit secara rasional.
  • Membantu pemakai laporan keuangan untuk menilai jumlah, pengakuan, hingga ketidakpastian mengenai penerimaan kas bersih yang berkenaan dengan perusahaan.
  • Memberikan informasi mengenai sumber ekonomi perusahaan.
  • Memberikan informasi tentang hasil usaha perusahaan dalam satu periode,
  • Memberikan informasi bagaimana perusahaan membelanjakan kas, pinjaman, bahkan dividen kas dan transaksi lainnya yang pengaruhi likuiditas dan solvensi perusahaan.
  • Memberikan informasi mengenai pertanggungjawaban perusahaan mengelola sumber ekonomi yang dipercayakan padanya.

Untuk dapat memenuhi fungsi pelaporan tersebut, laporan keuangan adalah salah satu sarana yang yang bisa digunakan. Meski begitu, financial report tersebut biasanya berisikan data real time yang efektif dan juga efisien sehingga berguna dan dapat digunakan pihak manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan yang strategis.

Karakteristik Kualitatif Laporan Akuntansi Meliputi Apa Saja?

Berdasarkan kegunaan informasi akuntansi tersebut, bisa disimpulkan jika laporan keuangan menjadi sarana yang digunakan untuk berikan informasi pada pihak luar. Sementara itu, supaya laporan yang disusun menjadi excellent, setidaknya harus memenuhi karakteristik kualitatif laporan akuntansi.

Financial Accounting Standards Boards (FASB) yang merupakan organisasi nirlaba dan berkantor pusat di Amerika Serikat ini menyebutkan lebih rinci dalam SFAC No. 2. Adapun dua kategori tersebut meliputi karakteristik primer dan karakteristis sekunder. Selengkapnya, berikut adalah pemaparan lengkapnya.

Karakteristik primer

Karakteristik primer bisa dipahami sebagai ciri utama yang membuat informasi pada laporan keuangan berguna bagi pemakainya. Nah, berikut ini adalah penjelasan beberapa karakteristik tersebut.

1.     Relevansi

Mengingat tujuan dibuatnya laporan akuntansi adalah dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan, maka sebaiknya laporan mengandung unsur relevansi. Yang mana informasi dalam laporan dapat digunakan untuk memprediksi apa-apa yang akan terjadi (predictive value) dan mengevaluasi keputusan yang telah diambil pada periode akuntansi sebelumnya (feedback value)

2.     Reliabilitas

Selain relevansi, unsur yang wajib ada dalam laporan akuntansi adalah reliabilitas. Maksudnya, informasi yang ada diharapkan merupakan informasi yang bermakna dan kebenarannya bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga fungsi pelaporan informasi yang salah satunya adalah untuk memberi informasi mengenai cara perusahaan membelanjakan kas dan anggaran lainnya dapat diuji kebenarannya.

Karakteristik sekunder

Karakteristik kualitas informasi akuntansi berikutnya adalah karakteristik sekunder. Meski dinamakan sekunder, bukan berarti tidak terlalu penting. Sebab beberapa sumber terpercaya bahkan menyebut karakteristik primer dan sekunder sebagai satu kesatuan, yakni empat karakteristik kualitatif pokok.

1.     Netralis

Karakter ini bisa dipahami sebagai kemampuan informasi tanpa keberpihakan pada salah satu perangkat dan merugikan yang lainnya. Hal ini karena pemakai laporan informasi akuntansi tidak hanya satu atau dua pihak saja, melainkan adanya investor sekarang dan potensial, pemberi pinjaman, karyawan, pelanggan, dan lain sebagainya.

2.     Dapat dibandingkan dan berkelanjutan

Maksud dari karakter ini adalah, diharapkan bahwa laporan informasi dapat disajikan dan dibandingkan dengan laporan keuangan periode-periode sebelumnya. Alasannya, karena laporan akan disebut konsisten jika memiliki kesesuaian dan prosedur yang sama dari waktu ke waktu.

Memang menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha dapat membuat laporan yang sesuai dengan karakteristik kualitas informasi akuntansi. Mulai dari karakter primer juga karakter sekundernya. Meski begitu, perlu diperhatikan juga bahwa sebaiknya laporan disajikan dalam bentuk yang lengkap dan dapat dipahami. Sebab jika tidak demikian, maka tujuan dibuatnya financial report ini tidak akan menjawab tujuan yang diharapkan.

Categories:
Akuntansi
Tags:
You Might Also Like

Leave A Reply